Wikipedia
Hasil penelusuran
Kamis, 23 Oktober 2014
Marry Your Daughter - Brian McKnight | animation
Marry Your Daughter - Brian McKnight
Pak, saya agak gerogi
Berada di sini hari ini
Masih tidak yakin apa yang akan kuucapkan
Maka bersabarlah
Jika nanti saya menghabiskan terlalu banyak waktu Bapak
Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Bapak
Dia segalanya bagiku dan yang saya tahu
Saya akan sangat lega jika tahu bahwa saya, putri bapak, dan bapak punya pandangan yang sama
Sebentar lagi saya berharap
Saya bisa menikahi putri bapak
Dan menjadikan dia istri saya
Saya ingin dia menjadi satu-satunya gadis yang saya cinta selama sisa hidup saya
Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati
Saya akan menikahi putri bapak
dan menjadikan dia ratu saya
Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah saya lihat
Tidak sabar tersenyum
Saat dia susuri lorong
Dan menggandeng ayahnya
Dihari saya menikahi putri bapak
Dia telah mendengar langkah-langkah
Sejak hari kami bertemu
Saya takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi
maka jangan kawatir saya akan tidak baik memperlakukannya
Selama ini saya selalu penuhi janji
Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk
Dan katakan kematian memisahkan kita
Tidak ada keraguan dalam benak saya
Inilah saatnya
Saya siap memulai
Saya bersumpah pada bapak dengan sepenuh hati saya
Pertama kali saya melihat putri bapak
Saya bersumpah saya tahu bahwa saya akan bilang bersedia.
Senin, 25 Agustus 2014
Ekspedisi Prau dan Sikunir
Oke, selamat datang di rumah kecil ini (lagi). semoga kalian tidak bosan, tetap bersinar dan tampil gemilang.
Minggu 25 Mei 2014, tepat dua hari setelah aku dinyatakan lulus lewat yudisium fakultas akhirnya aku berhasil memperoleh gelar kesarjanaanku. *haha
Petualangan kali ini hanya diikuti 4 pasukan PAPAMAMA (bagi yang belum tahu arti PAPAMAMA, kalian harus baca dulu cerita yang berjudul "Ekpedisi Sindoro" di bawah yes. hhe). Kenapa hanya 4 orang? ya, sebagian besar dari kami memang sedang punya mainan baru yang mana mainan ini mintanya gak mau ditinggal kemana-mana. Mahkluk apakah itu???? YES, SKRIPSI!!!
Pukul 16.00 kami bertolak dari Jogja menuju Dieng, Wonosobo dengan menggunakan motor dengan misi 2 puncak yaitu Gunung Prau dan Sikunir.
Ekspedisi Pertama. PRAU!
Kami sampai basecamp langsung disambut dengan dinginnya perbukitan lembah Dieng ditambah cuaca pada saat itu gerimis kecil pukul 22.00. Bergegas kami mencari makan malam, kemudian tidur. Hari Senin 26 Mei 2014 pukul 01.00, kami berempat bersiap menaklukan G.Prau yang terkenal dengan sunrise-nya.
Dan sekali lagi, kalian harus merasakannya.
Minggu 25 Mei 2014, tepat dua hari setelah aku dinyatakan lulus lewat yudisium fakultas akhirnya aku berhasil memperoleh gelar kesarjanaanku. *haha
Petualangan kali ini hanya diikuti 4 pasukan PAPAMAMA (bagi yang belum tahu arti PAPAMAMA, kalian harus baca dulu cerita yang berjudul "Ekpedisi Sindoro" di bawah yes. hhe). Kenapa hanya 4 orang? ya, sebagian besar dari kami memang sedang punya mainan baru yang mana mainan ini mintanya gak mau ditinggal kemana-mana. Mahkluk apakah itu???? YES, SKRIPSI!!!
Pukul 16.00 kami bertolak dari Jogja menuju Dieng, Wonosobo dengan menggunakan motor dengan misi 2 puncak yaitu Gunung Prau dan Sikunir.
Ekspedisi Pertama. PRAU!
Kami sampai basecamp langsung disambut dengan dinginnya perbukitan lembah Dieng ditambah cuaca pada saat itu gerimis kecil pukul 22.00. Bergegas kami mencari makan malam, kemudian tidur. Hari Senin 26 Mei 2014 pukul 01.00, kami berempat bersiap menaklukan G.Prau yang terkenal dengan sunrise-nya.
Rute medan perang!
Puncak G. Prau dengan background Gunung Sindoro dan Sumbing
Matahari pagi Gunung Prau di bukit teletubies
Kalian dapat salam dari Indonesia
yang ini perjalanan turun
Sampai basecamp Prau kami tiba pukul 17.00. Kembali kami mengisi perut dan istirahat tidur dibasecamp sebelum melanjutkan ekspedisi kedua.
Ekspedisi Kedua. SIKUNIR!
Hari Selasa pukul 02.00 WIB kami bergegas berangkat dari basecamp G. Prau menuju ke lokasi pedakinan selanjutnya. Sikunir.
Kami tiba pukul 03.00. Sempat berpikir untuk tidak ikut melanjutkan ekspedisi kedua karena kondisiku yang tiba-tiba drop masuk angin. Tapi setelah istirahat sebentar, saya niatkan untuk melanjutkan misi kedua. hehe
03.30 WIB kami start ke puncak Sikunir.
pukul 04.45 matahari dari puncak sikunir
Dari puncak sikunir, kembali Sindoro dan Sumbing menyambut kami.
ini perjalanan turun. ramai sekali. konon pas malam minggu puncak hampir dipenuhi 1500 pengunjung
yes! This is Sikunir.
ini di gerbang Sikunir. dan kami berada di luar perjalanan pulang kembali ke Jogja :)
Pada akhirnya ekspedisi kami berakhir di hari selasa 27 Mei 2014. Kami bertolak dari Sikunir, Dieng pukul 08.00 menuju Jogja. Kami tiba di kota istimewa Yogyakarta pukul 14.00 dan sekaligus itu menjadi perjalanan menakjubkan kami selama 25 Mei-27Mei 2014.
Dan sekali lagi, kalian harus merasakannya.
Sabtu, 09 Agustus 2014
Ekspedisi Gunung Sindoro 3153 MDPL
Sabtu, 28 Desember 2013. Pada awalnya aku meragu untuk ikut nge-trip ke puncak Gunung Sindoro bersama pasukan PAPAMAMA (PAguyuban Pecinta Alam MAhasiswa MAtematika) angkatan 2010, begitu kami menyebutnya. hahaha
Oke lanjut, kenapa meragu?
Sehari sebelumnya tepatnya hari Jumat kuliah seperti biasa dan ketika itu aku tengah menunggu jadwal seminar proposal skripsi aku yang telah aku ajukan 3 hari sebelumnya tidak kunjung keluar jadwalnya.
Tiba-tiba setelah selesai kuliah, ketika itu aku sudah di parkiran mau ngambil motor, temanku Ali namanya bilang, "Der, kowe sesuk seminar jam 10 isuk. kae jadwal e di tempel neng TU." Jeng Jeng.. langsung sprint ke TU liat jadwal, dan benar Sabtu, 28 Desember 2013 pukul 10.00. Ketika itu juga aku putuskan untuk ikut ekspedisi Sindoro. yeah!
Seminar jam 10 pagi selesai menjelang Dzuhur, langsung cabut ke kosan packing amunisi buat Go Sindoro pukul 14.00. Hitung-hitung sebagai tamasya dari "mumetnya" skripsi. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? hehe..
Sabtu, 28 Desember 2013 dari Jogja pukul 14.00 WIB dengan 19 orang pasukan, cuss menuju Gunung Sindoro Wonosobo 3153 MDPL via motor.
Pukul 20.00 kami tiba di bascamp yang dingin luar biasa.
Rute medan perang!
Pos 3. Pukul 02.30 kami memutuskan mendirikan tenda. suhu kurang lebih 5 derajat C. Brrr
Mentari pagi Gunung Sindoro
Pagi hari langsung disambut Gagahnya gunung Sumbing
Yang ini muka lelah. haha
Jangan pernah gantungkan mimpimu sebatas setinggi awan, karna aku pernah lebih tinggi darinya
Finally kawah puncak Sindoro. "tungku api raksasa" jika kalian bayangkan kalian jauh di bawahnya dan menatap ke atas sana. Suatu ketika kalian menginjakkan kaki di sana. Apa yang kalian rasakan?
Nah ini dia kawahnya. Belerangnya sangat amat menyengat.
Dengan orang-orang terhebat di atas sana.
Berangkat dari basecamp Sabtu pukul 21.30. Sampai puncak Minggu pukul 12.00. (14 setengah jam!!!). Setelah itu kami turun tiba di basecamp pas maghrib. Kami istirahat sejenak, pukul 22.00 kita meninggalkan kota Wonosobo dan tiba di kota Istimewa Yogyakarta hari Senin pukul 02.30 WIB.
Ekspedisi Sindoro 28 Des-30 Des 2013. Tiga hari dua malam yang terbayar dengan sangat memuaskan. Kalian harus merasakannya!
Kamis, 07 Agustus 2014
Sebelas Minggu Setelah Kelulusanku
Kalian tahu? diusia kalian, setiap kita punya topik-topik kebingungan yang sama yaitu :
1. Mau jadi apa?
2. Mapannya gimana?
3. Jodohnya siapa?
Oke, kita bahas satu-satu siapa tau bisa membantu.
1. Mau Jadi apa?
1. Mau jadi apa?
2. Mapannya gimana?
3. Jodohnya siapa?
Oke, kita bahas satu-satu siapa tau bisa membantu.
1. Mau Jadi apa?
Masih ingat pas kita kecil unyu-unyu, kita sering ditanya sama orang tua atau guru TK, "Kalo besar, kamu mau jadi apa?" pastinya jawaban kita gak jauh-jaug dari, "mau jadi doktel." Atau, "mau jadi polisi, atau jadi presiden Timor Leste ya kan?
Menurut penelitian yang gak kecatet sumbernya (sempet baca di twitter), ternyata kebahagian seseorang itu akan berkurang sekian persen ketika menjelang usia produktif (sekitar 21-23 tahun). Alasannya karena kesibukan, tanggungjawab, masalah, dan tuntutan hidup yang makin bertambah.
Makanya gak jarang kita nemuin banyak mahasiswa mengeluh "mau jadi anak SMA lagi huhuhuu.." atau sarjana mengeluh "mau jadi mahasiswa lagi huhuhu.."
Bagi yang masih mahasiswa, ada baiknya memanfaatkan waktu yang berguna, biar sebelum lulus udah tau mau jadi apa. Bagi yang udah sarjana dan belum tau mau jadi apa, kesempatan selalu ada. Asiiikkk
2. Mapannya gimana?
"Gue emang belum mapan, tapi gue akan mapan".
Jawablah seperti itu ketika ada orang yang bertanya demikian.
Saran nih ya, selalu berharap sama Allah SWT. Jangan berharap sama pejabat-pejabat yang nerima sogokkan PNS, apa lagi sama gebetan yang seringnya bikin sakit hati. DUH!
Yes, ada Allah yang maha mengatur rezeki. Untuk itu, jangan fokus sama kekhawatiran masa depan, keep focus aja sama apa yang saat ini kita kerjain. Semua pasti ada jalan, asal ada kemauan. *Salam Super!
3. Jodohnya siapa?
Nah ini dia bahasan dari segala topik bahasan, gak lengkap kalo gak ngebahas soal pasangan.
Gak habis pikir sama orang-orang yang bangga sama status pacaran mereka. Mereka itu ya, beraninya cuma mamerin ke manusia-manusia jomblo, tapi gak berani mamerin ke manusia-manusia yang udah nikah. *nusuk gak?
Dengerin nih. Jurusan kuliah boleh salah pilih, tapi kalo pasangan hidup jangan. Buat apa pacaran kalo cuma buat permainan, yang kita punya itu hati. Bukan stick PS. *Sikap!
Jadi gak perlu galau ditanya jodohnya siapa.
Ada baiknya kuliah aja yang bener dulu, nyusun skripsi aja dulu, terus lulus, wisuda, kerja atau usaha, berpenghasilan, kaya dan mapan, bahagiain orang tua, terus baru nikah. Indah bukan mbloo?? *Salam super, keep calm and FORZA MILAN!!
Jumat, 18 Juli 2014
Delapan Minggu Setelah Kelulusanku
Di bulan Juli di langit Jogja yang belakangan dingin sekali. Seharusnya ini jatah si kemarau membuat kisahnya, kadang hadir hujan menyapa bulan ini seakan ingin ikut berkisah. Ada titik-titik yang harus ditulis untuk tidak mengisi kata iya yang klise, dari apa-apa tentang kata iya yang belum tentu Tuhan ijinkan kita iyakan. Sampai hari ini kita berjalan bersatu padu sampai ramadhan hari ke 21 yang semakin dimakan sepi ditinggal ramadhan bulan Juli.
Sebelum malam selesai, biasanya Tuhan akan memberikan kita sebuah adegan-adegan kecil sebagai dongen pengantar tidur. Mengajarkannya lewat hati, kemudian akal disuruhnya untuk berfikir kembali. Aku menyebut ini sebagai "me-review" tentang apa saja yang telah aku lakukan sepanjang hari.
Kalau berbicara tentang yang satu ini, bahwa hidup yang terbaik adalah "Dia yang tak banyak mengeluh". (Habis akhir kalimat diberi tanda titik kemudian Tuhan memberikan jeda sekitar 5 menit)
Akan tetapi setelah itu muncul ujian sulit, yang kadang rasanya seperti teriris sampai akhirnya lupa. Rasa sakitnya memaksa untuk berkata "Aduh" dan itu adalah keluhan pertama setelah 5 menit Tuhan memberikan jeda.
Entah lupa, atau mungkin memang sudah sifatnya.
Sebelum malam selesai, biasanya Tuhan akan memberikan kita sebuah adegan-adegan kecil sebagai dongen pengantar tidur. Mengajarkannya lewat hati, kemudian akal disuruhnya untuk berfikir kembali. Aku menyebut ini sebagai "me-review" tentang apa saja yang telah aku lakukan sepanjang hari.
Kalau berbicara tentang yang satu ini, bahwa hidup yang terbaik adalah "Dia yang tak banyak mengeluh". (Habis akhir kalimat diberi tanda titik kemudian Tuhan memberikan jeda sekitar 5 menit)
Akan tetapi setelah itu muncul ujian sulit, yang kadang rasanya seperti teriris sampai akhirnya lupa. Rasa sakitnya memaksa untuk berkata "Aduh" dan itu adalah keluhan pertama setelah 5 menit Tuhan memberikan jeda.
Entah lupa, atau mungkin memang sudah sifatnya.
Dari ciptaan-Mu
Yang selalu mengeluh dan lupa
Kamis, 26 Juni 2014
Ar-Rahman
Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadziban, yang artinya "Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?" sebanyak 31 kali diulang. 31 kali juga kita diperingatkan melalui ayat ini. Tujuannya untuk mengingatkan manusia bahwa nikmat Allah itu luar biasa, tak sepatutnya kita mendustakan satupun nikmatnya.
Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadziban,
Adalah ayat yang sederhana tapi sarat dengan makna tiap ayatnya. Yang mampu mengkerdilkan dari kesombongan dan keangkuhan diri.
Untuk lebih mengindahkannya, dengar dan resapi tilawah Surat Ar Rahman dari Mishary Rashid Al Afasy. Suaranya indah, usahakan sambil menyiapkan dan membaca terjemahannya juga yah :)
Allah, aku mencintaiMu, Engkau tahu itu,
Marhaban Yaa Ramadhan..
Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadziban,
Adalah ayat yang sederhana tapi sarat dengan makna tiap ayatnya. Yang mampu mengkerdilkan dari kesombongan dan keangkuhan diri.
Untuk lebih mengindahkannya, dengar dan resapi tilawah Surat Ar Rahman dari Mishary Rashid Al Afasy. Suaranya indah, usahakan sambil menyiapkan dan membaca terjemahannya juga yah :)
Allah, aku mencintaiMu, Engkau tahu itu,
Marhaban Yaa Ramadhan..
Jumat, 20 Juni 2014
Akar Langit
Jangan bangga akan kamu di puncak, berbanggalah ketika kamu meraih puncak itu. Anggaplah puncak itu sebuah bonus dalam perjalananmu meraihnya.
Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan ambil sesuatu kecuali gambar dan jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.
Jangan membakar apapun kecuali semangat.
Bawa turun sampahmu, atau telan!
Pendaki sejati bukanlah orang yang mampu menaklukkan puncak-puncak tertinggi. Tapi ia yang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Karena selalu ada sesuatu yang baru yang dapat dieksplorasi di alam, ia akan membiarkanmu menemukan dan menikmatinya, tapi jangan lupa untuk berterimakasih pada kecantikkannya.
Angin, hujan, kabut dan badai adalah bagian dari DNA pendaki gunung. Berjalan di atas awan adalah pengalaman yang luar biasa. Kamu tidak percaya? Jadi, kamu harus mulai mendaki.
Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan ambil sesuatu kecuali gambar dan jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.
Jangan membakar apapun kecuali semangat.
Bawa turun sampahmu, atau telan!
Pendaki sejati bukanlah orang yang mampu menaklukkan puncak-puncak tertinggi. Tapi ia yang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Karena selalu ada sesuatu yang baru yang dapat dieksplorasi di alam, ia akan membiarkanmu menemukan dan menikmatinya, tapi jangan lupa untuk berterimakasih pada kecantikkannya.
Angin, hujan, kabut dan badai adalah bagian dari DNA pendaki gunung. Berjalan di atas awan adalah pengalaman yang luar biasa. Kamu tidak percaya? Jadi, kamu harus mulai mendaki.
Sabtu, 07 Juni 2014
Aku, Semut, dan Dia
Hai, semut apa kabar?
Disaat aku menulis, aku sering memperhatikan gerak-gerikmu yang ramah bersalaman. Kau tahu tidak, aku bahkan tersenyum hanya karena melihatmu berjalan menyusuri dinding kamar ini. Tapi seringkali aku marah jika kau berkumpul di makanan atau minumanku tanpa bilang-bilang.
Ini kopi hangat yang baru aku buat 5 menit lalu. Jika kau meminumnya kemungkinan kamu akan terpeleset kemudian mati tenggelam di dasar cangkir.
Boleh aku bercerita padamu? Tapi kau harus berjanji untuk setia mendengarkan aku atau setidaknya menemani aku menulis malam ini.
Ada hal yang sengaja aku tinggalkan, semacam beberapa rasa penasaran dengan salah satu mahkluk ciptaan Tuhan yang masih terus melintas di pikiran ini.
Tapi, ................................
Entahlah. Titik-titik yang seharusnya aku isi sendiri tak mampu aku jawab. Ya karena itu, sudah haknya kaum hawa mungkin yang menuntut kaum adam membuat peka se-peka-pekanya walaupun sudah dengan seribu jurus kode dilontarkan. hemmm..
Kenapa dunia ini rumit sekali, apa di dunia semut juga seperti itu? Banyak kisah yang ingin aku ceritakan. Tapi nanti saja, saat aku sujud menyimpulkan banyak doa. Hari ini terlampau banyak hal yang membuat aku pusing, tapi aku menikmatinya. Coba kau lihat, sampai sekarang aku baik-baik saja kan?
Aku suka menulis sebelum tidur. Menceritakan banyak hal pada dinding kamar, langit-langit, layar dan tuts keyboard serta masih banyak lagi.
Aku suka kesendirian. Aku tahu semut tak suka sendiri, kau banyak teman.
Iya kita berbeda.
sudah yah, aku ngantuk. Kamu pulang juga gih.
Kelak, hati-hati menuju sarang.
Disaat aku menulis, aku sering memperhatikan gerak-gerikmu yang ramah bersalaman. Kau tahu tidak, aku bahkan tersenyum hanya karena melihatmu berjalan menyusuri dinding kamar ini. Tapi seringkali aku marah jika kau berkumpul di makanan atau minumanku tanpa bilang-bilang.
Ini kopi hangat yang baru aku buat 5 menit lalu. Jika kau meminumnya kemungkinan kamu akan terpeleset kemudian mati tenggelam di dasar cangkir.
Boleh aku bercerita padamu? Tapi kau harus berjanji untuk setia mendengarkan aku atau setidaknya menemani aku menulis malam ini.
Ada hal yang sengaja aku tinggalkan, semacam beberapa rasa penasaran dengan salah satu mahkluk ciptaan Tuhan yang masih terus melintas di pikiran ini.
Tapi, ................................
Entahlah. Titik-titik yang seharusnya aku isi sendiri tak mampu aku jawab. Ya karena itu, sudah haknya kaum hawa mungkin yang menuntut kaum adam membuat peka se-peka-pekanya walaupun sudah dengan seribu jurus kode dilontarkan. hemmm..
Kenapa dunia ini rumit sekali, apa di dunia semut juga seperti itu? Banyak kisah yang ingin aku ceritakan. Tapi nanti saja, saat aku sujud menyimpulkan banyak doa. Hari ini terlampau banyak hal yang membuat aku pusing, tapi aku menikmatinya. Coba kau lihat, sampai sekarang aku baik-baik saja kan?
Aku suka menulis sebelum tidur. Menceritakan banyak hal pada dinding kamar, langit-langit, layar dan tuts keyboard serta masih banyak lagi.
Aku suka kesendirian. Aku tahu semut tak suka sendiri, kau banyak teman.
Iya kita berbeda.
sudah yah, aku ngantuk. Kamu pulang juga gih.
Kelak, hati-hati menuju sarang.
Selasa, 15 April 2014
Aku Seharusnya Belajar Menjadi Ia
Itu daun kaktus, ia sabar dan kuat saat gersang, sederhana namun berduri, sulit untuk kau sentuh kecuali dengan hati-hati.
Aku seharusnya belajar menjadi ia,
Tuhan lebih pintar merangkai rencana dari pada kita,. Kita hanya disuruh untuk memilih dan pilihan kita pun tak selamanya tepat. Oleh karenanya Tuhan sering mematahkan pilihan kita untuk mengarahkan ke tempat yang lebih tepat. Namun prasangka buruk terlanjur menyalahkan Tuhan.
Oh itu, kalu itu bunga kamboja,
Ia tidak boleh terlalu banyak air karena batangnya nanti akan cepat busuk, manusia juga apabila sering mengeluarkan air mata akan terlihat lebih rapuh. Tapi batang kamboja itu lebih hebat, ia sanggup tumbuh menjadi batang baru yang lebih banyak jika kau potong bagian ujungnya. Aku sengaja mematahkan batangnya beberapa hari yang lalu, kini ia bertunas menjadi 3 dahan.
Aku seharusnya belajar menjadi ia,
Mungkin Tuhan sengaja mematahkan pilihan yang telah kita pilih untuk dapat menjadikanmu sesuatu yang baru, yang lebih kuat dan lebih indah dari sebelumnya.
Hidup jangan terlalu dibuat sedih, pandanglah keluar dan mulailah untuk membahagiakan dirimu dengan caramu sendiri. Bukankah senyum itu manis dan tertawa itu merdu? Lalu katakan bahwa hidup ini indah dan berbahagialah.
Itulah sedikit banyak tentang bunga. Kamu suka bunga apa?
Aku seharusnya belajar menjadi ia,
Tuhan lebih pintar merangkai rencana dari pada kita,. Kita hanya disuruh untuk memilih dan pilihan kita pun tak selamanya tepat. Oleh karenanya Tuhan sering mematahkan pilihan kita untuk mengarahkan ke tempat yang lebih tepat. Namun prasangka buruk terlanjur menyalahkan Tuhan.
Oh itu, kalu itu bunga kamboja,
Ia tidak boleh terlalu banyak air karena batangnya nanti akan cepat busuk, manusia juga apabila sering mengeluarkan air mata akan terlihat lebih rapuh. Tapi batang kamboja itu lebih hebat, ia sanggup tumbuh menjadi batang baru yang lebih banyak jika kau potong bagian ujungnya. Aku sengaja mematahkan batangnya beberapa hari yang lalu, kini ia bertunas menjadi 3 dahan.
Aku seharusnya belajar menjadi ia,
Mungkin Tuhan sengaja mematahkan pilihan yang telah kita pilih untuk dapat menjadikanmu sesuatu yang baru, yang lebih kuat dan lebih indah dari sebelumnya.
Hidup jangan terlalu dibuat sedih, pandanglah keluar dan mulailah untuk membahagiakan dirimu dengan caramu sendiri. Bukankah senyum itu manis dan tertawa itu merdu? Lalu katakan bahwa hidup ini indah dan berbahagialah.
Itulah sedikit banyak tentang bunga. Kamu suka bunga apa?
Jumat, 28 Maret 2014
SKRIPSI
Tawa bahagia, pusing, stress, semuanya ada di sini :D :) :( :'(
Menunduk berdoa sebelum memulai mengetik adalah ritual
Dana penelitian yang mengalir lancar adalah bisnis
Makan-makan jika hasil analisa data memuaskan adalah budaya
Coretan perhitungan, membaca teori dari berbagai buku refrensi setiap harinya adalah sejarah
Seorang Ibu yang merelakan anaknya tak pulang ke rumah berbulan-bulan demi mengambil data adalah cinta :')
Seorang mahasiswa yang rela mengurangi uang jajan untuk penelitian adalah seni
Lembaran berpuluh-puluh halaman dengan sampul abu-abu yang berisi ribuan kata demi tersusunya "SKRIPSI" adalah sastra
Kamis, 20 Maret 2014
Ketika Hidupmu Jatuh Terlalu Sakit, maka Duduklah Terlebih Dahulu
"Disaat kita jatuh dalam permasalahan hidup, maka segeralah berdiri"
Bukankah sudah seringkali kita membaca kutipan seperti di atas? Banyak orang lain yang ikut mengangguk dan mengiyakan. Dan mereka juga punya hak untuk mengungkapkan kesetujuan fikirannya.
Namun ketika saya membaca kalimat ini, entak kenapa ada sedikit hal yang mengganjal dan membuat saya kembali berpikir.
Karena kenyataannya, tidak semua orang yang ketika jatuh mampu untuk bisa dan langsung dapat berdiri. Karena jatuh juga mempunyai kategori. Ada yang terlalu sakit dan ada yang sakit sekali.
Ketika kita dihadapkan pada peristiwa hidup dengan keadaan jatuh yang sudah terlampau sakit, maka rasanya sulit sekali untuk bisa segera berdiri. Langkah yang lebih baik adalah, cobalah untuk duduk lebih dulu. Lihatlah sekelilingmu, kau tak perlu ragu untuk melihatnya, karena di sana terletak sebuah kunci untuk kau pergunakan sebagai alat membuka hal yang tidak kamu ketahui. Kelak kau akan belajar dan mengerti siapa saja ia yang hanya menertawakanmu dan siapa saja ia yang mengkhawatirkan keadaanmu. Lalu..??
Ketika kau sudah merasa lebih baik dan mulai paham bahwa sebuah kejatuhan hidup yang sakit sekali pun hadir pada kehidupanmu, ia tetap memberikan sebuah pembelajaran. Maka pada saat itu,, Mulailah berdiri pelan-pelan. Sampai kau mampu berdiri tegak kemudian berjalan seperti biasa.
Bukankah sudah seringkali kita membaca kutipan seperti di atas? Banyak orang lain yang ikut mengangguk dan mengiyakan. Dan mereka juga punya hak untuk mengungkapkan kesetujuan fikirannya.
Namun ketika saya membaca kalimat ini, entak kenapa ada sedikit hal yang mengganjal dan membuat saya kembali berpikir.
Karena kenyataannya, tidak semua orang yang ketika jatuh mampu untuk bisa dan langsung dapat berdiri. Karena jatuh juga mempunyai kategori. Ada yang terlalu sakit dan ada yang sakit sekali.
Ketika kita dihadapkan pada peristiwa hidup dengan keadaan jatuh yang sudah terlampau sakit, maka rasanya sulit sekali untuk bisa segera berdiri. Langkah yang lebih baik adalah, cobalah untuk duduk lebih dulu. Lihatlah sekelilingmu, kau tak perlu ragu untuk melihatnya, karena di sana terletak sebuah kunci untuk kau pergunakan sebagai alat membuka hal yang tidak kamu ketahui. Kelak kau akan belajar dan mengerti siapa saja ia yang hanya menertawakanmu dan siapa saja ia yang mengkhawatirkan keadaanmu. Lalu..??
Ketika kau sudah merasa lebih baik dan mulai paham bahwa sebuah kejatuhan hidup yang sakit sekali pun hadir pada kehidupanmu, ia tetap memberikan sebuah pembelajaran. Maka pada saat itu,, Mulailah berdiri pelan-pelan. Sampai kau mampu berdiri tegak kemudian berjalan seperti biasa.
Minggu, 16 Maret 2014
Ketika
Ketika jendela tak lagi punya kaca, isi luar jendela mampu mengistirahatkan pikiran yang mempunyai sekoper angan.
Dibalik pemandangan sudutnya, dibalik desah sapa angin yang bersembunyi, serta sinar matahari yang setiap hari meraba kulitmu.
Dan ketika semua benda mati itu kubayangkan menjadi hidup,
Apa yang harus diperbincangkan lagi pada matahari yang panas itu. Atau melihat kejahatan daun yang sengaja jatuh tanpa bilang. Atau kekonyolan otak kecil saya yang sedang berbicara sendiri.
Ketika jendela punya tangan hingga mampu membersihkan dirinya sendiri dari debu, mungkin rintik hujan yang jatuh akan mengetuk dan bilang permisi sebelum jatuh.
Dan ketika semua benda mati itu kubayangkan menjadi hidup, dunia pasti lebih ribut.
Maka hidup yang berjalan semestinya, akan sulit untuk berjalan yang seharusnya.
Maka biarkan apa-apa yang terjadi, menjadi apa yang akan kau alami nanti.
Iya, nanti. Disaat kau sudah mampu untuk mempelajari dan memperbaiki kata ketika untuk tidak kau ubah menjadi kata seandainya.
Dibalik pemandangan sudutnya, dibalik desah sapa angin yang bersembunyi, serta sinar matahari yang setiap hari meraba kulitmu.
Dan ketika semua benda mati itu kubayangkan menjadi hidup,
Apa yang harus diperbincangkan lagi pada matahari yang panas itu. Atau melihat kejahatan daun yang sengaja jatuh tanpa bilang. Atau kekonyolan otak kecil saya yang sedang berbicara sendiri.
Ketika jendela punya tangan hingga mampu membersihkan dirinya sendiri dari debu, mungkin rintik hujan yang jatuh akan mengetuk dan bilang permisi sebelum jatuh.
Dan ketika semua benda mati itu kubayangkan menjadi hidup, dunia pasti lebih ribut.
Maka hidup yang berjalan semestinya, akan sulit untuk berjalan yang seharusnya.
Maka biarkan apa-apa yang terjadi, menjadi apa yang akan kau alami nanti.
Iya, nanti. Disaat kau sudah mampu untuk mempelajari dan memperbaiki kata ketika untuk tidak kau ubah menjadi kata seandainya.
Sabtu, 15 Maret 2014
Ketika Wejangan Tuhan Mengajari Hati Untuk Peka
Skripsi. Ya, semua berawal mungkin dari sini. Ketika pikiran ini buntu untuk mengolah kata demi kata menjadi kalimat kemudian menjadi paragraf begitu seterusnya sampai tersusun mungkin sampai ribuan kata yang saya tulis pada sampul abu-abu ini.
Berawal dari situlah ketika pikiran butuh penyegaran sejenak, saya langsung luangkan waktu untuk menjamah blog ini kembali yang memang sedikit "terselingkuhi" dengan skripsi.
"Tidak ada ilmu yang lebih baik dari dirimu sendiri"
Ya, itu prinsip yang harus dipegang erat-erat.
Pada kesempatan ini entah kenapa saya ingin menuliskan sebuah pemahaman hidup dari sebuah novel yang pernah saya baca.
Disana diceritakan 2 anak kecil bermain catur di teras rumah. Ketika itu setelah mereka selesai bermain catur, Ibu dari Irfan (salah satu anak yang bermain catur) menghampiri irfan lalu berkata," kok tumben hari ini kalah main caturnya? Biasanya menang terus. Makanya lain kali belajar hati-hati, sebelum jalan dipikir dulu supaya gak kalah".
Lalu dia menimpali ibunya dengan jawaban yang sederhana,"tiap hari dia kalah terus mah. Kalau hari ini Irfan menangin lagi, mungkin dia besok gak bakalan mau main catur bareng-bareng lagi. Kalu tadi Irfan jalanin mentri, dia udah kena skak mat, dan irfan menang dari tadi. Tapi sengaja dikalahin. Ngalah itu bukan berarti gak menang mah".
Membaca penggalan cerita tersebut seperti wejangan Tuhan yang sedang menyentil-nyentil kuping saya ketika membacanya. Memang ini hanya sebatas dari tulisan, mungkin akan sedikit lebih teriris lagi ketika itu kita dengar sendiri dari kuping kita.
Dari penggalan cerita tersebut, banyak hal yang terjadi sebenarnya yang banyak kita ambil makna sebenarnya. Berawal dari hal sederhana yang sepele bahkan terlihat bodoh di mata kita. Karena apa yang kita pikirkan belum tentu sama denga apa yang orang lain pikirkan dan apa yang dilihat belum tentu sama dengan apa yang terlihat. Bahkan dari semut saja, kita dapat belajar bagaimana caranya bertahan untuk hidup.
Bahwa yang kalah, bukan berarti tidak menang. Tapi belajar memahami untuk lebih peduli dengan yang lain dan sabar menunggu untuk kemenangan berikutnya yang sempat tertunda.
Berawal dari situlah ketika pikiran butuh penyegaran sejenak, saya langsung luangkan waktu untuk menjamah blog ini kembali yang memang sedikit "terselingkuhi" dengan skripsi.
"Tidak ada ilmu yang lebih baik dari dirimu sendiri"
Ya, itu prinsip yang harus dipegang erat-erat.
Pada kesempatan ini entah kenapa saya ingin menuliskan sebuah pemahaman hidup dari sebuah novel yang pernah saya baca.
Disana diceritakan 2 anak kecil bermain catur di teras rumah. Ketika itu setelah mereka selesai bermain catur, Ibu dari Irfan (salah satu anak yang bermain catur) menghampiri irfan lalu berkata," kok tumben hari ini kalah main caturnya? Biasanya menang terus. Makanya lain kali belajar hati-hati, sebelum jalan dipikir dulu supaya gak kalah".
Lalu dia menimpali ibunya dengan jawaban yang sederhana,"tiap hari dia kalah terus mah. Kalau hari ini Irfan menangin lagi, mungkin dia besok gak bakalan mau main catur bareng-bareng lagi. Kalu tadi Irfan jalanin mentri, dia udah kena skak mat, dan irfan menang dari tadi. Tapi sengaja dikalahin. Ngalah itu bukan berarti gak menang mah".
Membaca penggalan cerita tersebut seperti wejangan Tuhan yang sedang menyentil-nyentil kuping saya ketika membacanya. Memang ini hanya sebatas dari tulisan, mungkin akan sedikit lebih teriris lagi ketika itu kita dengar sendiri dari kuping kita.
Dari penggalan cerita tersebut, banyak hal yang terjadi sebenarnya yang banyak kita ambil makna sebenarnya. Berawal dari hal sederhana yang sepele bahkan terlihat bodoh di mata kita. Karena apa yang kita pikirkan belum tentu sama denga apa yang orang lain pikirkan dan apa yang dilihat belum tentu sama dengan apa yang terlihat. Bahkan dari semut saja, kita dapat belajar bagaimana caranya bertahan untuk hidup.
Bahwa yang kalah, bukan berarti tidak menang. Tapi belajar memahami untuk lebih peduli dengan yang lain dan sabar menunggu untuk kemenangan berikutnya yang sempat tertunda.
Langganan:
Postingan (Atom)
























