Wikipedia

Hasil penelusuran

Jumat, 18 Juli 2014

Delapan Minggu Setelah Kelulusanku

Di bulan Juli di langit Jogja yang belakangan dingin sekali. Seharusnya ini jatah si kemarau membuat kisahnya, kadang hadir hujan menyapa bulan ini seakan ingin ikut berkisah. Ada titik-titik yang harus ditulis untuk tidak mengisi kata iya yang klise, dari apa-apa tentang kata iya yang belum tentu Tuhan ijinkan kita iyakan. Sampai hari ini kita berjalan bersatu padu sampai ramadhan hari ke 21 yang semakin dimakan sepi ditinggal ramadhan bulan Juli.

Sebelum malam selesai, biasanya Tuhan akan memberikan kita sebuah adegan-adegan kecil sebagai dongen pengantar tidur. Mengajarkannya lewat hati, kemudian akal disuruhnya untuk berfikir kembali. Aku menyebut ini sebagai "me-review" tentang apa saja yang telah aku lakukan sepanjang hari.

Kalau berbicara tentang yang satu ini, bahwa hidup yang terbaik adalah "Dia yang tak banyak mengeluh". (Habis akhir kalimat diberi tanda titik kemudian Tuhan memberikan jeda sekitar 5 menit)

Akan tetapi setelah itu muncul ujian sulit, yang kadang rasanya seperti teriris sampai akhirnya lupa. Rasa sakitnya memaksa untuk berkata "Aduh" dan itu adalah keluhan pertama setelah 5 menit Tuhan memberikan jeda.

Entah lupa, atau mungkin memang sudah sifatnya.

Dari ciptaan-Mu
Yang selalu mengeluh dan lupa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar