Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 16 Maret 2014

Ketika

Ketika jendela tak lagi punya kaca, isi luar jendela mampu mengistirahatkan pikiran yang mempunyai sekoper angan.

Dibalik pemandangan sudutnya, dibalik desah sapa angin yang bersembunyi, serta sinar matahari yang setiap hari meraba kulitmu.

Dan ketika semua benda mati itu kubayangkan menjadi hidup, 

Apa yang harus diperbincangkan lagi pada matahari yang panas itu. Atau melihat kejahatan daun yang sengaja jatuh tanpa bilang. Atau kekonyolan otak kecil saya yang sedang berbicara sendiri.

Ketika jendela punya tangan hingga mampu membersihkan dirinya sendiri dari debu, mungkin rintik hujan yang jatuh akan mengetuk dan bilang permisi sebelum jatuh.

Dan ketika semua benda mati itu kubayangkan menjadi hidup, dunia pasti lebih ribut.

Maka hidup yang berjalan semestinya, akan sulit untuk berjalan yang seharusnya.

Maka biarkan apa-apa yang terjadi, menjadi apa yang akan kau alami nanti.

Iya, nanti. Disaat kau sudah mampu untuk mempelajari dan memperbaiki kata ketika untuk tidak kau ubah menjadi kata seandainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar