Wikipedia

Hasil penelusuran

Sabtu, 07 Juni 2014

Aku, Semut, dan Dia

Hai, semut apa kabar?
Disaat aku menulis, aku sering memperhatikan gerak-gerikmu yang ramah bersalaman. Kau tahu tidak, aku bahkan tersenyum hanya karena melihatmu berjalan menyusuri dinding kamar ini. Tapi seringkali aku marah jika kau berkumpul di makanan atau minumanku tanpa bilang-bilang.

Ini kopi hangat yang baru aku buat 5 menit lalu. Jika kau meminumnya kemungkinan kamu akan terpeleset kemudian mati tenggelam di dasar cangkir. 

Boleh aku bercerita padamu? Tapi kau harus berjanji untuk setia mendengarkan aku atau setidaknya menemani aku menulis malam ini.

Ada hal yang sengaja aku tinggalkan, semacam beberapa rasa penasaran dengan salah satu mahkluk ciptaan Tuhan yang masih terus melintas di pikiran ini.

Tapi, ................................
Entahlah. Titik-titik yang seharusnya aku isi sendiri tak mampu aku jawab. Ya karena itu, sudah haknya kaum hawa mungkin yang menuntut kaum adam membuat peka se-peka-pekanya walaupun sudah dengan seribu jurus kode dilontarkan. hemmm..

Kenapa dunia ini rumit sekali, apa di dunia semut juga seperti itu? Banyak kisah yang ingin aku ceritakan. Tapi nanti saja, saat aku sujud menyimpulkan banyak doa. Hari ini terlampau banyak hal yang membuat aku pusing, tapi aku menikmatinya. Coba kau lihat, sampai sekarang aku baik-baik saja kan?

Aku suka menulis sebelum tidur. Menceritakan banyak hal pada dinding kamar, langit-langit, layar dan tuts keyboard serta masih banyak lagi.

Aku suka kesendirian. Aku tahu semut tak suka sendiri, kau banyak teman.
Iya kita berbeda.

sudah yah, aku ngantuk. Kamu pulang juga gih.
Kelak, hati-hati menuju sarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar