Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 23 Oktober 2014

Marry Your Daughter - Brian McKnight | animation







Marry Your Daughter - Brian McKnight



Pak, saya agak gerogi

Berada di sini hari ini

Masih tidak yakin apa yang akan kuucapkan

Maka bersabarlah

Jika nanti saya menghabiskan terlalu banyak waktu Bapak


Lihatlah, di kotak ini ada sebuah cincin untuk putri tertua Bapak

Dia segalanya bagiku dan yang saya tahu

Saya akan sangat lega jika tahu bahwa saya, putri bapak, dan bapak punya pandangan yang sama

Sebentar lagi saya berharap


Saya bisa menikahi putri bapak

Dan menjadikan dia istri saya

Saya ingin dia menjadi satu-satunya gadis yang saya cinta selama sisa hidup saya

Dan memberinya yang terbaik dari hingga saat aku mati


Saya akan menikahi putri bapak

dan menjadikan dia ratu saya

Dia akan menjadi pengantin paling cantik yang pernah saya lihat

Tidak sabar tersenyum

Saat dia susuri lorong

Dan menggandeng ayahnya

Dihari saya menikahi putri bapak


Dia telah mendengar langkah-langkah

Sejak hari kami bertemu

Saya takut sekali berpikir apa yang akan terjadi jika dia pergi

maka jangan kawatir saya akan tidak baik memperlakukannya


Selama ini saya selalu penuhi janji

Maka bawalah pada bagian lebih baik atau buruk

Dan katakan kematian memisahkan kita

Tidak ada keraguan dalam benak saya


Inilah saatnya

Saya siap memulai

Saya bersumpah pada bapak dengan sepenuh hati saya


Pertama kali saya melihat putri bapak

Saya bersumpah saya tahu bahwa saya akan bilang bersedia.

Senin, 25 Agustus 2014

Ekspedisi Prau dan Sikunir

Oke, selamat datang di rumah kecil ini (lagi). semoga kalian tidak bosan, tetap bersinar dan tampil gemilang.

Minggu 25 Mei 2014, tepat dua hari setelah aku dinyatakan lulus lewat yudisium fakultas akhirnya aku berhasil memperoleh gelar kesarjanaanku. *haha

Petualangan kali ini hanya diikuti 4 pasukan PAPAMAMA (bagi yang belum tahu arti PAPAMAMA, kalian harus baca dulu cerita yang berjudul "Ekpedisi Sindoro" di bawah yes. hhe). Kenapa hanya 4 orang? ya, sebagian besar dari kami memang sedang punya mainan baru yang mana mainan ini mintanya gak mau ditinggal kemana-mana. Mahkluk apakah itu???? YES, SKRIPSI!!!

Pukul 16.00 kami bertolak dari Jogja menuju Dieng, Wonosobo dengan menggunakan motor dengan misi 2 puncak yaitu Gunung Prau dan Sikunir.

Ekspedisi Pertama. PRAU!
Kami sampai basecamp langsung disambut dengan dinginnya perbukitan lembah Dieng ditambah cuaca pada saat itu gerimis kecil pukul 22.00. Bergegas kami mencari makan malam, kemudian tidur. Hari Senin 26 Mei 2014 pukul 01.00, kami berempat bersiap menaklukan G.Prau yang terkenal dengan sunrise-nya.

Rute medan perang!

Puncak G. Prau dengan background Gunung Sindoro dan Sumbing

Matahari pagi Gunung Prau di bukit teletubies

Kalian dapat salam dari Indonesia



yang ini perjalanan turun

Sampai basecamp Prau kami tiba pukul 17.00. Kembali kami mengisi perut dan istirahat tidur dibasecamp sebelum melanjutkan ekspedisi kedua.

Ekspedisi Kedua. SIKUNIR!
Hari Selasa pukul 02.00 WIB kami bergegas berangkat dari basecamp G. Prau menuju ke lokasi pedakinan selanjutnya. Sikunir.

Kami tiba pukul 03.00. Sempat berpikir untuk tidak ikut melanjutkan ekspedisi kedua karena kondisiku yang tiba-tiba drop masuk angin. Tapi setelah istirahat sebentar, saya niatkan untuk melanjutkan misi kedua. hehe

03.30 WIB kami start ke puncak Sikunir.

pukul 04.45 matahari dari puncak sikunir



Dari puncak sikunir, kembali Sindoro dan Sumbing menyambut kami.

ini perjalanan turun. ramai sekali. konon pas malam minggu puncak hampir dipenuhi 1500 pengunjung

yes! This is Sikunir.

ini di gerbang Sikunir. dan kami berada di luar perjalanan pulang kembali ke Jogja :)

Pada akhirnya ekspedisi kami berakhir di hari selasa 27 Mei 2014. Kami bertolak dari Sikunir, Dieng pukul 08.00 menuju Jogja. Kami tiba di kota istimewa Yogyakarta pukul 14.00 dan sekaligus itu menjadi perjalanan menakjubkan kami selama 25 Mei-27Mei 2014.

Dan sekali lagi, kalian harus merasakannya.


Sabtu, 09 Agustus 2014

Ekspedisi Gunung Sindoro 3153 MDPL

Sabtu, 28 Desember 2013. Pada awalnya aku meragu untuk ikut nge-trip ke puncak Gunung Sindoro bersama pasukan PAPAMAMA (PAguyuban Pecinta Alam MAhasiswa MAtematika) angkatan 2010, begitu kami menyebutnya. hahaha

Oke lanjut, kenapa meragu?
Sehari sebelumnya tepatnya hari Jumat kuliah seperti biasa dan ketika itu aku tengah menunggu jadwal seminar proposal skripsi aku yang telah aku ajukan 3 hari sebelumnya tidak kunjung keluar jadwalnya.

Tiba-tiba setelah selesai kuliah, ketika itu aku sudah di parkiran mau ngambil motor, temanku Ali namanya bilang, "Der, kowe sesuk seminar jam 10 isuk. kae jadwal e di tempel neng TU." Jeng Jeng.. langsung sprint ke TU liat jadwal, dan benar Sabtu, 28 Desember 2013 pukul 10.00. Ketika itu juga aku putuskan untuk ikut ekspedisi Sindoro. yeah!

Seminar jam 10 pagi selesai menjelang Dzuhur, langsung cabut ke kosan packing amunisi buat Go Sindoro pukul 14.00. Hitung-hitung sebagai tamasya dari "mumetnya" skripsi. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan? hehe..

Sabtu, 28 Desember 2013 dari Jogja pukul 14.00 WIB dengan 19 orang pasukan, cuss menuju Gunung Sindoro Wonosobo 3153 MDPL via motor.

Pukul 20.00 kami tiba di bascamp yang dingin luar biasa.

Rute medan perang!

Pos 3. Pukul 02.30 kami memutuskan mendirikan tenda. suhu kurang lebih 5 derajat C. Brrr

Mentari pagi Gunung Sindoro


Pagi hari langsung disambut Gagahnya gunung Sumbing

Yang ini muka lelah. haha

Jangan pernah gantungkan mimpimu sebatas setinggi awan, karna aku pernah lebih tinggi darinya 

Finally kawah puncak Sindoro. "tungku api raksasa" jika kalian bayangkan kalian jauh di bawahnya dan menatap ke atas sana. Suatu ketika kalian menginjakkan kaki di sana. Apa yang kalian rasakan? 

Nah ini dia kawahnya. Belerangnya sangat amat menyengat.

Dengan orang-orang terhebat di atas sana.

Berangkat dari basecamp Sabtu pukul 21.30. Sampai puncak Minggu pukul 12.00. (14 setengah jam!!!). Setelah itu kami turun tiba di basecamp pas maghrib. Kami istirahat sejenak, pukul 22.00 kita meninggalkan kota Wonosobo dan tiba di kota Istimewa Yogyakarta hari Senin pukul 02.30 WIB.

Ekspedisi Sindoro 28 Des-30 Des 2013. Tiga hari dua malam yang terbayar dengan sangat memuaskan. Kalian harus merasakannya!

Kamis, 07 Agustus 2014

Sebelas Minggu Setelah Kelulusanku

Kalian tahu? diusia kalian, setiap kita punya topik-topik kebingungan yang sama yaitu :
1. Mau jadi apa?
2. Mapannya gimana?
3. Jodohnya siapa?

Oke, kita bahas satu-satu siapa tau bisa membantu.

1. Mau Jadi apa?

Masih ingat pas kita kecil unyu-unyu, kita sering ditanya sama orang tua atau guru TK, "Kalo besar, kamu mau jadi apa?" pastinya jawaban kita gak jauh-jaug dari, "mau jadi doktel." Atau, "mau jadi polisi, atau jadi presiden Timor Leste ya kan?

Menurut penelitian yang gak kecatet sumbernya (sempet baca di twitter), ternyata kebahagian seseorang itu akan berkurang sekian persen ketika menjelang usia produktif (sekitar 21-23 tahun). Alasannya karena kesibukan, tanggungjawab, masalah, dan tuntutan hidup yang makin bertambah.

Makanya gak jarang kita nemuin banyak mahasiswa mengeluh "mau jadi anak SMA lagi huhuhuu.." atau sarjana mengeluh "mau jadi mahasiswa lagi huhuhu.."

Bagi yang masih mahasiswa, ada baiknya memanfaatkan waktu yang berguna, biar sebelum lulus udah tau mau jadi apa. Bagi yang udah sarjana dan belum tau mau jadi apa, kesempatan selalu ada. Asiiikkk 

2. Mapannya gimana?

"Gue emang belum mapan, tapi gue akan mapan". 
Jawablah seperti itu ketika ada orang yang bertanya demikian.

Saran nih ya, selalu berharap sama Allah SWT. Jangan berharap sama pejabat-pejabat yang nerima sogokkan PNS, apa lagi sama gebetan yang seringnya bikin sakit hati. DUH!

Yes, ada Allah yang maha mengatur rezeki. Untuk itu, jangan fokus sama kekhawatiran masa depan, keep focus aja sama apa yang saat ini kita kerjain. Semua pasti ada jalan, asal ada kemauan. *Salam Super!

3. Jodohnya siapa?

Nah ini dia bahasan dari segala topik bahasan, gak lengkap kalo gak ngebahas soal pasangan. 

Gak habis pikir sama orang-orang yang bangga sama status pacaran mereka. Mereka itu ya, beraninya cuma mamerin ke manusia-manusia jomblo, tapi gak berani mamerin ke manusia-manusia yang udah nikah. *nusuk gak?

Dengerin nih. Jurusan kuliah boleh salah pilih, tapi kalo pasangan hidup jangan. Buat apa pacaran kalo cuma buat permainan, yang kita punya itu hati. Bukan stick PS. *Sikap!

Jadi gak perlu galau ditanya jodohnya siapa.

Ada baiknya kuliah aja yang bener dulu, nyusun skripsi aja dulu, terus lulus, wisuda, kerja atau usaha, berpenghasilan, kaya dan mapan, bahagiain orang tua, terus baru nikah. Indah bukan mbloo?? *Salam super, keep calm and FORZA MILAN!!

Jumat, 18 Juli 2014

Delapan Minggu Setelah Kelulusanku

Di bulan Juli di langit Jogja yang belakangan dingin sekali. Seharusnya ini jatah si kemarau membuat kisahnya, kadang hadir hujan menyapa bulan ini seakan ingin ikut berkisah. Ada titik-titik yang harus ditulis untuk tidak mengisi kata iya yang klise, dari apa-apa tentang kata iya yang belum tentu Tuhan ijinkan kita iyakan. Sampai hari ini kita berjalan bersatu padu sampai ramadhan hari ke 21 yang semakin dimakan sepi ditinggal ramadhan bulan Juli.

Sebelum malam selesai, biasanya Tuhan akan memberikan kita sebuah adegan-adegan kecil sebagai dongen pengantar tidur. Mengajarkannya lewat hati, kemudian akal disuruhnya untuk berfikir kembali. Aku menyebut ini sebagai "me-review" tentang apa saja yang telah aku lakukan sepanjang hari.

Kalau berbicara tentang yang satu ini, bahwa hidup yang terbaik adalah "Dia yang tak banyak mengeluh". (Habis akhir kalimat diberi tanda titik kemudian Tuhan memberikan jeda sekitar 5 menit)

Akan tetapi setelah itu muncul ujian sulit, yang kadang rasanya seperti teriris sampai akhirnya lupa. Rasa sakitnya memaksa untuk berkata "Aduh" dan itu adalah keluhan pertama setelah 5 menit Tuhan memberikan jeda.

Entah lupa, atau mungkin memang sudah sifatnya.

Dari ciptaan-Mu
Yang selalu mengeluh dan lupa

Kamis, 26 Juni 2014

Ar-Rahman

Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadziban, yang artinya "Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan?" sebanyak 31 kali diulang. 31 kali juga kita diperingatkan melalui ayat ini. Tujuannya untuk mengingatkan manusia bahwa nikmat Allah itu luar biasa, tak sepatutnya kita mendustakan satupun nikmatnya.

Fabiayyi aalaa irabbikuma tukadziban,
Adalah ayat yang sederhana tapi sarat dengan makna tiap ayatnya. Yang mampu mengkerdilkan dari kesombongan dan keangkuhan diri.

Untuk lebih mengindahkannya, dengar dan resapi tilawah Surat Ar Rahman dari Mishary Rashid Al Afasy. Suaranya indah, usahakan sambil menyiapkan dan membaca terjemahannya juga yah :)

Allah, aku mencintaiMu, Engkau tahu itu,
Marhaban Yaa Ramadhan..






Jumat, 20 Juni 2014

Akar Langit

Jangan bangga akan kamu di puncak, berbanggalah ketika kamu meraih puncak itu. Anggaplah puncak itu sebuah bonus dalam perjalananmu meraihnya.

Jangan bunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan ambil sesuatu kecuali gambar dan jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak.

Jangan membakar apapun kecuali semangat.
Bawa turun sampahmu, atau telan!

Pendaki sejati bukanlah orang yang mampu menaklukkan puncak-puncak tertinggi. Tapi ia yang mampu menaklukkan dirinya sendiri. Karena selalu ada sesuatu yang baru yang dapat dieksplorasi di alam, ia akan membiarkanmu menemukan dan menikmatinya, tapi jangan lupa untuk berterimakasih pada kecantikkannya.

Angin, hujan, kabut dan badai adalah bagian dari DNA pendaki gunung. Berjalan di atas awan adalah pengalaman yang luar biasa. Kamu tidak percaya? Jadi, kamu harus mulai mendaki.